Samsung Galaxy S II Epic 4G Touch: Review dan Spesifikasi Lengkap



Samsung Epic 4G adalah salah satu smartphone terbaik, dan sekarang Galaxy S II Epic 4G Touch nampaknya akan menggantikan pendahulunya. Smartphone seharga $199 ini memang kehilangan keyboard fisik tapi memiliki layar lebih besar (4,4 inci vs 4 inci), prosesor yang lebih cepat yaitu Dual Core 1,2GHz dan kamera 8MP yang dapat merekam video 1080p. Dengan tebal 0,38 inci, Touch 4G Epic memiliki semua bahan yang tepat untuk ponsel Sprint.

Design
Seperti kebanyakan smartphone, bagian depan Epic 4G didominasi oleh layar sentuh. Ini sangat mengesankan karena bagian footprint hanya 5,1 X 2,7 inci, sedikit lebih kecil daripada Infuse 4G (5,2 X 2,8 inci). Epic 4G Touch juga terasa lebih ringan karena sangat tipis hanya setebal 0,38 inci. Beratnya hanya 4,5 ons, satu ons lebih ringan dari Foton 4G (5,8 ons) dan setengah ons lebih ringan dari Infuse 4G. Secara keseluruhan tampilan Epic 4G Touch memang menarik, tetapi desain Foton 4G masih lebih berkembang, karena lebih lembut dan sedikit sentuhan chrome.
Seperti pada Infus 4G, dengan genggaman yang lebih kecil akan mengalami kesulitan memegang telepon di satu tangan dan mengetik dengan ibu jari.
Tampilan dan Audio
Bila Anda punya salah satu layar terbesar di pasaran, lebih baik Anda pastikan itu baik. Untungnya, Epic 4G memiliki layar cerah Super AMOLED Plus 4,5 inci, tajam dan memiliki sudut pandang yang sangat baik. Ketika menonton trailer berkualitas tinggi dari YouTube, gambarnya cukup mengesankan dengan kurangnya pixelation di adegan gelap. Sayangnya, meskipun dengan resolusi 800 X 480 layar Epic 4G Touch masih kurang dari 4G Foton (960 X 540).
Speaker tunggal di bagian belankang cukup keras untuk sebuah smartphone. Saat memainkan film atau musik, Epic 4G Touch memiliki suara cukup keras terutama saat melakukan conference call. Namun suara sedikit pecah saat mendengarkan musik.
Keyboard
Sebuah layar yang besar berarti lebih banyak ruang untuk keyboard virtual. Mengetik dalam mudus landscape hampir secepat seperti menggunakan keyboard fisik. Dalam modus portrait, lebih menyenangkan menggunakan keyboard Swype, yang sama-sama akurat jika lebih lambat.